"JATIMUDO SIAGA COVID-19" ADAPTASI KEBIASAAN BARU 5 M MEMAKAI MASKER MENJAGA JARAK MENGHINDARI KERUMUNAN MENCUCI TANGAN MEMBATASI MOBILITAS  

Yuk Kenali berbagai Varian Covid-19

Abdul Mokhid SPd | 05 Mei 2021 11:33:14 | Berita Lokal | 10 Kali

KOMPAS.com - Lonjakan kasus Covid 19 di Indonesia semakin hari semakin besar. Tercatat, sebesar 145 kasus Covid19 di Indonesia berasal dari tiga varian barus virus Corona, yaitu varian Alpha, Beta, dan Delta. Lalu apa beda ketiga varian tersebut? Berikut informasinya:

Mengenal Varian Alpha Barial Alpha atau B.1.1.7 pertama kali di temukan di London dan beberapa bagian Inggris. Varian ini juga diperkirakan lebih menular daripada varian sebelumnya. Menurut data CDC, varian ini mengalami mutasi pada reseptor binding domain (RBD) protein spike pada posisi 501, dimana asam amino asparagine (N) telah diganti dengan tirosin (Y). Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Karena itu, mutasi virus ini juga disebyt N501Y. Varian ini juga dianggap lebih menular daripada virus Corona yang pertama kali ditemukan. Namun, belum ada bukti jika virus corona varian Alpha ini memicu gejala yang berbeda daripada virus Corona yang pertama kali ditemukan. Baca juga: Mutasi Virus Corona Lebih Mudah Menular, Ini yang Harus Dilakukan Umumnya, gejala yang ditimbulkan varian Alpha berupa berikut: cara umum, infeksi varian baru cirus corona ini memicu gejala berikut: Batuk terus-menerus Sakit dada, dan demam Kehilangan indera rasa dan bau Sakit kepala Kelelahan Nyeri otot Diare Kebingungan Ruam kulit.

Varian Beta Varian beta atau B.1.351 pertama kali pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada awal Oktober. Varian Beta dianggap lebih mudah menginfeksi orang-orang berusia muda. Varian ini juga membawa mutasi yang disebut E484K, yang membantu virus menghindari sistem kekebalan seseorang. Kabar burunya lagi, vaksin tidak bekerja dengan baik untuk melawannya, khususnya vaksin AstraZeneca.

Varian Delta Varian Delta atau B.1.617.2 i pertama kali terdeteksi pada bulan Oktober di India. Varian ini juga lebih mudah menular dan mampu menghindari respons imun tubuh. Bahkan, vaksin pun dianggap tiak efektif melawan varian ini. Varian delta juga diprediksi segera menjadi virus yang paling dominan di dunia dan menyebabkan wabah cepat di negara-negara tanpa tingkat vaksinasi yang tinggi.

Varian virus ini bisa memicu sakit parah dalam 3 atau 4 hari setelah terinfeksi. Gejala yang ditimbulkan dari varian ini antara lain:

sakit kepala

sakit tenggorokan

pilek batuk

sesak napas

sakit lepala kelelahan

kehilangan indera perasa atau penciuman.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal Perbedaan Varian Alpha, Beta, dan Delta dalam Kasus Covid-19", Klik untuk baca: https://health.kompas.com/read/2021/06/20/193600668/mengenal-perbedaan-varian-alpha-beta-dan-delta-dalam-kasus-covid-19?page=all.
Penulis : Ariska Puspita Anggraini
Editor : Ariska Puspita Anggraini

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
No. HP
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 

Wilayah Desa

Aparatur Desa

Sinergi Program

Agenda

Belum ada agenda

Komentar Terkini

Info Media Sosial

Lokasi Kantor Desa


Alamat : Desa Jatimudo Kecamatan Sulang
Desa : JATIMUDO
Kecamatan : SULANG
Kabupaten : Rembang
Kodepos : 59254
Telepon :
Email : pemdesjatimudo18@gmail.com

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung